Thursday, 18 October 2012

Realitas Asuransi dalam kehidupan

Kenapa orang cenderung malas membahas topik asuransi jiwa?

Karena berhubungan dengan hal-hal yang tidak mereka sukai, seperti: Kematian, kecelakaan, cacat, sakit. Kata-kata yang "Semoga saja kita tidak mengalaminya".


Sayangnya dengan berpikir dan bersikat demikian berarti mereka menghindari bagian yang sangat vital dalam merencanakan keuangan.


Let say, semua orang pasti akan meninggal bukan? Entah karena sakit, kecelakaan, karena tua, di mana sebagian besarnya didahului dengan melewati masa-masa kritis. Kecelakaan yang menyebabkan kecacatan dapat terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan dahulu.


Banyak sekali kasus yang memperlihatkan ekonomi keluarga yang jatuh karena sang pencari nafkah sudah tidak bisa lagi mencari nafkah (cacat, sakit, bahkan sudah meninggal)
 

http://www.sequislife.com/

Kenapa banyak sekali orang yang tidak percaya dengan Asuransi Jiwa?

Setiap orang ingin pergi ke surga, tapi tidak seorangpun yang ingin mati, hanya sebuah peribahasa. Sebagai orang yang beragama tentunya kita harus yakin dan ikhlas bahwa semua orang pasti meninggal, bukan?
Orang pasti akan percaya dengan asuransi jika dia percaya bahwa keluarganya akan menerima sejumlah uang di saat-saat kritis. Permasalahannya adalah untuk mendapatkan proteksi itu kita mesti mengeluarkan sejumlah uang. Dan kita tidak mendapatkan apapun di saat kita membayarkan premi. Beda dengan pakaian atau makanan yang dapat kita pakai atau makan sesaat kita bayarkan uangnya di kasir.
Jadi pada saat orang tidak ingin mengeluarkan sejumlah uang untuk proteksi (yang belum tentu terasa akibatnya secara langsung), pada saat itulah dia akan mengeluarkan alasan bahwa dia tidak percaya dengan asuransi. Ironis sekali, karena dia akan mengorbankan kelangsungan kesejahteraan keluarganya jika dia tenyata sudah tidak dapat menghasilkan karena sakit kritis, kecelakaan atau bahkan meninggal.

Lalu kenapa pula kebanyakan orang menghindari agen asuransi jiwa?

Sebuah kenyataan bahwa asuransi jiwa adalah salah satu produk yang sangat sulit dijual, karena di dalamnya membahas hal-hal yang tidak diinginkan kejadiannya oleh konsumen. Karena kenyataan tersebutlah banyak pemasar asuransi terkadang menggunakan cara yang terlalu “memaksa” yang membuat jengkel pada konsumen. Dan naluri semua orang adalah tidak suka ditekan.
Akibat dari persepsi negatif ini adalah banyak keluarga yang ditinggal dalam keadaan finansial yang tidak terproteksi. Adalah hal penting untuk memisahkan ketidaksukaan terhadap PRODUK ASURANSI JIWA (dan kebutuhan mereka akan asuransi jiwa) atau ketidaksukaan terhadap AGEN PEMASAR-nya.


Kenapa banyak orang yang merasa tidak memerlukan asuransi jiwa?

Sekali lagi ini adalah sebuah persepsi yang sangat tidak menguntungkan tapi sudah umum karena informasi yang diterima.

Asuransi itu suatu hal yang sangat unik sekali.
Asuransi itu seperti peribahasa "Sedia Payung Sebelum Hujan".
Pada saat cuaca belum hujan siapa yang akan membawa atau membeli payung? Hanya sedikit orang yang membawa atau membeli payung. Tapi ketika tiba saatnya hujan maka payung susah dicari dan tidak bisa dibeli karena sudah habis terjual.

Begitulah Asuransi. Produk Asuransi dibeli pada saat tidak ada resiko / masalah terjadi. Tetapi ketika terjadi resiko (kecelakaan / sakit / meniggal) maka orang yang belum punya asuransi tidak bisa membeli produk asuransi lagi, karena sudah terlambat. Sebaliknya bagi yang sudah memiliki asuransi maka manfaatnya akan terasa pada saat terjadi resiko, karena semua orang di dunia ini pasti akan terkena resiko.
 



Kenapa banyak orang merasa tidak memiliki uang untuk asuransi jiwa?

Permasalahan uang disini sebenarnya bukan masalah memiliki atau tidak, melainkan apakah asuransi jiwa ditempatkan pada prioritas “belanja” atau tidak. Karena kompetisi dari produk atau investasi lainnya yang jelas lebih nyata akan membuat orang merasa asuransi bukan menjadi prioritas utama. Ini adalah prioritas utama yang “manfaat” belum akan Anda rasakan sekarang. Ingat pepatah lama : “jangan mulai menggali sumur ketika Anda sudah merasa haus, karena itu sudah menjadi sangat terlambat.”


Kenapa banyak orang ragu untuk mengasuransikan diri mereka?

Menunda memang karakter umum manusia. Dan kita tentu akan terus berusaha berpikir bahwa kita akan sehat selamanya. Pemikiran semacam itu yang akan mebawa orang untuk tetap mengulur-ulur waktu. Sampai pada waktunya kejadian yang mereka takutkan itu datang, sakit kritis misalnya, mereka baru akan bisa berpikir positif tentang asuransi ... dan sayangnya ... itu sudah terlambat , karena tidak ada perusahaan asuransi yang mau menjual produk asuransi kepada orang yang sedang terkena resiko (sakit / kecelakaan / meninggal)


Kenapa muncul persepsi umum bahwa bentuk investasi lain lebih menguntungkan dari asuransi jiwa?

Apabila Anda dapat menjamin kesejahteraan finansial kelaurga Anda dan menjamin bahwa Anda akan berumur panjang, mungkin produk asuransi akan menjadi produk yang lebih tidak menarik dibanding produk investasi lainnya. Fungsi utama asuransi adalah perlindungan finansial pada saat dibutuhkan, yakni pada saat orang meninggal atau menjadi cacat karena sakit kritis atau kecelakaan. Lagipula asuransi bukanlah produk investasi, jadi jangan berpikir untuk mencari untung dari asuransi.


Kenapa orang-orang kaya merasa tidak memerlukan asuransi?

Orang kaya biasanya memiliki harta yang banyak dalam bentuk harta tak bergerak, dan mereka justru sangat jarang “menebalkan” isi dompetnya dengan uang. Ketika seluruh harta tertanam di barang tak bergerak, maka kemungkinan uang tunai yang tersedia untuk membayarkan kebutuhan mendadak atau rekening medis yang mahal akan sangat kecil.
Asuransi jiwa akan melindungi saat kritis sehingga mereka tidak perlu menjual aset mereka pada saat yang tidak tepat. Bayangkan jika Anda harus menjual mobil / rumah Anda untuk melunasi biaya rumah sakit, selain repot, mungkin Anda tidak akan mendapatkan harga jual yang terlalu baik karena semua dilakukan dengan buru-buru dan BU (butuh uang…hehe)

Kenapa banyak orang merasa bahwa asuransi jiwa hanya bagi orang kaya saja?

Justru kemungkinan mereka yang tidak perlu lagi karena mereka sudah punya “sesuatu” yang diwariskan buat keluarganya jika si kepala keluarga meninggal. Lalu bagaimana si “kelas menengah”, jika untuk menyisihkan 10% dari penghasilan mereka saja sudah tidak sanggup, lalu bagaimana jika mereka kehilangan 100% dari pemasukan keluarga mereka?


“Penghasilan Anda dapat digunakan untuk membeli rumah baru apabila rumah Anda musnah ditelan api walau tanpa asuransi

“Pernghasilan Anda dapat dipergunakan untuk menggantikan mobil apabila mobil Anda dirusak walau tanpa asuransi”

“Dapatkah penghasilan Anda digantikan apabila Anda meninggal tanpa asuransi? Bagaimana dengan nasib keluarga anda?”

Thursday, 10 February 2011

Pedoman memiliki Asuransi jiwa

Untuk apa punya Asuransi Jiwa?

Asuransi Jiwa dibeli bukan untuk orang yang meninggal, tapi karena yang mereka ditinggalkan oleh orang yang meninggal itu perlu untuk tetap bertahan hidup. “Asuransi Jiwa” yang bisa juga kita artikan dengan “Asuransi Kehidupan“. Jadi dengan kata lain yang diasuransikan pada seseorang bukanlah “jiwa”nya, tetapi “kemampuannya mencari nafkah” untuk memastikan berlanjutnya kehidupan bagi mereka yang ditinggalkan. Asuransi Kehidupan berfungsi untuk mengalihkan resiko-2 dalam kehidupan manusia kepada pihak lain, yang dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.

Resiko Manusia dalam kehidupan Pada dasarnya adalah :
1. Resiko Meninggal Terlalu Cepat (Mati Muda)
2. Resiko Meninggal Terlalu Lama (Tidak Mati-mati)
3. Resiko Cacat/Tanggungan (Mati Segan Hidup Pun Tak Mau)

Ketiga resiko di atas tidak berkaitan dengan kejadian meninggalnya, tetapi dengan kerugian finansial yang timbul dari kejadian meninggal tersebut. Bila meninggal terlalu cepat, bagaimana dengan kehidupan keluarga yang ditinggalkan? Karena begitu seseorang meninggal, pendapatannya juga berhenti. Meninggal terlalu lama, bisa merepotkan banyak orang dalam hal pengeluaran, terutama orang-2 yang menyayangi kita. Cacat/Sakit Kritis juga bermasalah. Bagaimana cara kita menutupi pengeluaran yang terus ada sedangkan kondisi tidak memungkinkan untuk bekerja?

Berbagai Produk Asuransi Jiwa diciptakan untuk mengalihkan ketiga resiko kehidupan yang berakibat kerugian finansial tersebut dari kita kepada pihak lain, yang dalam hal ini perusahaan asuransi.

Kenapa Harus SEKARANG?

Pernahkah anda naik sepeda atau setidaknya melihat orang naik sepeda menaiki tanjakan? Apabila kita menggenjot sepeda menaiki tanjakan, semakin curam tanjakannya, semakin keras usaha kita untuk menggenjot. Sebaliknya, semakin landai tanjakannya, semakin mudah kita menggenjot sepeda itu.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah “Kenapa Harus Menunda?” Ya, kenapa harus menunda melindungi pendapatan / income kita? Kita sudah tahu setidaknya ada 3 resiko kerugian finansial yang mengintai kehidupan kita dan keluarga kita. Dan kita juga mengetahui bahwa sudah ada solusi yang dapat menghindarkan kita dari ketiga resiko tersebut. Jadi “Apa yang anda tunggu?” Apakah anda ingin menunggu resiko tersebut terjadi dalam kehidupan anda? Menurut anda, adakah perusahaan asuransi yang akan menerima pengajuan asuransi di saat seseorang sudah meninggal / sakit kritis?

Keputusan ada di tangan anda, jangan menunggu orang lain untuk memutuskannya untuk anda. Andalah yang memegang kendali atas kehidupan anda. Dan sejujurnya, tanpa solusi untuk resiko finansial kehidupan, anda tidak sepenuhnya memegang kendali itu. untuk mengetahui lebih lanjut solusi yang bisa anda dapatkan dari Sequislife untuk mengalihkan 3 resiko kerugian finansial dalam kehidupan anda dan keluarga bisa ditemukan disini.

Industri Asuransi Akan Tumbuh Pesat

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-Lembaga Keuangan Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan, kinerja industri asuransi yang membaik pada tahun ini diperkirakan akan meningkat pada tahun 2011 mendatang.

"Sampai September lalu industri asuransi dalam kondisi yang bagus. Aset bagus, klaim ada namun tetap manageable, premi tumbuh, sehingga laba akan lebih baik," kata Isa di Jakarta, Kamis (2/12/2010).

Kinerja bagus ini, menurutnya akan dapat ditingkatkan lagi tahun depan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang telah dirancang sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kornelius Simanjuntak menyampaikan keyakinan bahwa premi asuransi umum akan tumbuh dua digit pada 2011.

"Prospek asuransi tahun mendatang masih sangat bagus. Setidaknya akan tumbuh di kisaran 10-15 persen. Terlebih lagi jika proyek infrastruktur benar-benar dilaksanakan sesuai dengan rencana selama ini," katanya.

Sedangkan Head of Bancassurance Department Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Handojo G Kusumo memperkirakan pertumbuhan premi asuransi jiwa lebih tinggi dibanding asuransi umum. "Kemungkinan bisa 20-30 persen pertumbuhan premi di tahun depan, terutama didorong produk unitlink yang masih diminati publik," katanya.

Produk unit link, lanjutnya semakin diminati karena sesuai dengan meningkatnya persepsi masyarakat bahwa produk ini merupakan alternatif investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan deposito.

Dalam kesempatan itu, Isa mengingatkan bahwa industri perasuransian di Indonesia harus memanfaatkan momentum yang ada saat ini untuk bersiap menghadapi persaingan lebih ketat di tahun depan, baik dengan sesama perusahaan asuransi di dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri.

Sudah saatnya para pelaku asuransi di tanah air tidak hanya berpikir bagaimana strategi menghadapi serbuan asuransi dari luar negeri ke pasar Indonesia. Mereka juga harus mulai berpikir untuk melakukan `serangan` ke pasar luar negeri, khususnya di kawasan ASEAN.

Wednesday, 9 February 2011

Sekilas Sequislife

Sejarah Sequislife

Pertama kali didirikan tahun 1984, perusahaan menggunakan nama Universal Life Indo (ULINDO). Pada tahun 1992, dilakukan joint venture dengan New York Life International sehingga perusahaan berganti nama menjadi Sewu New York Life. Kedua aliansi ini telah berhasil membawa praktek-praktek terbaik kelas dunia di industri asuransi jiwa di Indonesia. Pada tahun 2003 perusahaan berdiri sendiri dengan nama baru
Sequislife‘For A Better Tomorrow’. yang mengusung motto

Kini dengan identitas baru, Sequislife semakin memperkuat posisinya di pasar asuransi jiwa Indonesia melalui komitmen yang kuat terhadap para nasabahnya dengan didukung visi dan misi perusahaan. Perpaduan kokoh antara keahlian di bidang industri asuransi serta pengetahuan kultural setempat membuat Sequislife berhasil menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa swasta terkemuka di Indonesia. Dengan didukung oleh manajemen yang solid dan berhati-hati dalam keuangan, produk yang berkualitas, pelayanan yang terbaik, dan tim penjualan yang profesional di industri asuransi jiwa, Sequislife secara konsisten menjaga Risk-Based Capital (RBC) yang baik dan memenuhi standar regulator di Indonesia.

Semua ini merupakan wujud komitmen perusahaan kepada nasabah, agen, dan masyarakat Indonesia. Sequislife hadir untuk memberikan rasa aman dalam pengelolaan keuangan serta mewujudkan kehidupan yang berkualitas bagi para nasabahnya.

Visi Misi Sequislife

Visi :
Untuk menjadi :
Perusahaan pilihan dan pemimpin pasar dalam industri asuransi jiwa di Indonesia.

Misi :
Untuk para Nasabah, Sequislife akan menyediakan:
Produk-produk dengan mutu terbaik Pelayanan inovatif dan penuh perhatian

Untuk para Rekanan Bisnis dan Karyawan, Sequislife akan menyediakan:
Kesempatan karir yang terus berkembang Pengembangan profesionalisme yang terus menerus Lingkungan dengan praktik-praktik manajemen internasional yang terkini dan terbaik.

Untuk para Pemegang Saham, Sequislife akan menyediakan:
Hasil investasi yang menarik Nilai kepemilikan saham yang bertambah

Untuk Masyarakat Indonesia, Sequislife akan berkomitmen untuk:
Menerapkan standar tertinggi untuk integritas dalam dunia industri asuransi jiwa Kontribusi bagi pembangunan bangsa Menyediakan proteksi terbaik untuk "A Better Tomorrow"

Nilai - nilai

S : Security
Memberikan rasa aman dengan adanya kondisi keuangan perusahaan yang kokoh dan stabil

E : Empowerment
Memberikan kewenangan sesuai kapasitas serta jabatannya masing – masing untuk menjadi pemimpin di bidangnya dengan menciptakan rasa kepemilikan dan rasa tanggung jawab

Q : Quest for Knowledge
Selalu berusaha untuk mempelajari hal-hal yang baru dan melakukan perbaikan

U : Unity
Setiap individu berusaha bersama-sama untuk mencapai sesuatu yang lebih baik

I : Integrity
Jujur, terbuka dan dapat dipercaya

S : Service Excellence
Berusaha untuk memberikan servis terbaik yang melebihi apa yang diharapkan konsumen

Kesuksesan Kami

Kerjasama yang solid serta profesionalisme antara karyawan dan agen merupakan salah satu kunci utama kesuksesan kami. Para karyawan baik di cabang maupun di kantor pusat tidak pernah mengenal lelah dan selalu siap untuk memberikan kontribusi yang terbaik guna mendukung kinerja para agen di lapangan.

Agen Sequislife dinilai dari performa dan prestasinya. Selama dekade terakhir ini, Sequislife telah mengungguli perusahaan asuransi jiwa lainnya di Indonesia dalam hal jumlah agen yang berhasil meraih penghargaan berkelas internasional sebagai anggota The Million Dollar Round Table (MDRT), yakni sebuah asosiasi internasional yang beranggotakan para penjual profesional di industri asuransi jiwa. Keanggotaan MDRT telah dikenal di seluruh dunia dan merupakan bukti keberhasilan dan profesionalisme diantara agen asuransi jiwa.

Kesuksesan Sequislife yang telah dicapai dalam industri asuransi ini merupakan hasil dedikasi perusahaan untuk memberikan konsultasi profesional yang dapat memenuhi kebutuhan nasabahnya. Dengan prinsip dasar inilah para agen Sequislife menjalankan usaha mereka untuk memberikan kepastian akan kebutuhan finansial para nasabahnya di Indonesia.

Sejarah Kekuatan

Sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2008, Sequislife telah berhasil meningkatkan pendapatan preminya hingga dua kali lipat dari Rp 591,9 miliar sampai diatas Rp 1,2 triliun, meningkatkan asetnya hingga tiga koma lima kali lipat dari Rp 1,361 triliun hingga hampir mencapai Rp 4,6 triliun dan secara konsisten mempertahankan tingkat Risk-Based Capital (RBC) hingga menjadi salah satu yang terbaik dan terbesar di Indonesia.

Kini Sequislife telah melayani lebih dari 220.000 nasabah, dengan didukung lebih dari 3500 agen profesional dan 600 karyawan serta memiliki 104 kantor perwakilan yang tersebar di 29 kota di Indonesia.

Dukungan Kuat Sequislife

Kekuatan Sequis Life didukung oleh pemegang saham yang solid, Gunung Sewu Grup adalah salah satu kelompok bisnis termapan di Indonesia yang dibangun 50 tahun yang lalu, dengan bisnis mencakup sector-sektor strategis seperti:

Agrobisnis
Jasa keuangan
Pengembangan property
Manufaktur
Produk dan Pelayanan Jasa

Sequis Life menyediakan produk-produk inovatif dan jasa berkualitas yang dapat memberikan perlindungan finansial yang lebih baik kepada masyarakat Indonesia. Produk yang kami tawarkan mencakup perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan, jaminan dana hari tua, warisan, jaminan dana pendidikan serta perlindungan terhadap terhadap penyakit kritis dan kesehatan.

Seiring dengan semaraknya dunia investasi di Indonesia, Sequis Life menyediakan produk-produk asuransi jiwa yang bersifat non-tradisional (Unit Link) yang memberikan pilihan kepada para nasabah untuk menentukan instrumen investasi yang dikehendakinya.
Jalur Distribusi Khusus

Visi Sequislife untuk menjadi pemimpin pasar dan perusahaan asuransi jiwa pilihan bagi masyarakat Indonesia, didukung oleh komitmen perusahaan dengan memperkuat armada distribusinya. Tidak hanya bertumpu pada keagenan, Sequislife juga membangun jalur distribusi alternatif (disebut juga dengan ’Special Market’).

Meskipun agen masih memegang peranan sangat besar sebagai ”bread and butter” bagi tumbuh kembangnya bisnis perusahaan, namun jalur ’Special Market’ juga mulai memberikan kontribusi yang berarti dengan tingkat pertumbuhan yang signifikan, sebesar +75% (YTD May 2008). Hal ini menunjukkan betapa menjanjikannya potensi pasar ’Special Market’ yang juga menjadi milestone yang sangat penting bagi bisnis Sequislife yang secara total telah berusia 25 tahun di pasar Indonesia.


Hingga saat ini, jalur ’Special Market’ Sequislife melakukan pemasaran melalui 3(tiga) jalur, yaitu :
Bancassurance, beraliansi dengan perbankan untuk memenuhi kebutuhan asuransi para nasabahnya.
Institutional Business, menawarkan asuransi jiwa kumpulan/grup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam menyelenggarakan kesejahteraan karyawannya.
Telemarketing, menawarkan produk asuransi jiwa yang praktis dan mudah dipahami dengan kemudahan mendapatkan produk asuransi melalui kontak telepon.

Untuk keterangan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :

Financial Services Center Sequislife
Sequis Center Lt.4
Jl. Jendral Sudirman No.71
Jakarta 12190, Indonesia
Tel. : (021) 2994 2928(hotline)
Fax. : (021) 5223 170
E-mail :

Tujuan berasuransi

Dalam sebuah perencanaan keuangan terutama keuangan keluarga Asuransi jiwa berfungsi perlindungan finansial jika tertanggung meninggal dunia. Sebagai contoh, jika saya adalah tertanggung dari sebuah produk asuransi jiwa dan besok meninggal dunia, maka perusahaan asuransi akan memberikan uang pertanggungan ( santunan ) kepada orang-orang yang saya tinggalkan yaitu ahli waris saya.

Tujuan mengambil asuransi jiwa

1. Tujuan mengambil asuransi jiwa yang pertama untuk menutupi potensi kehilangan pendapatan yang disebabkan oleh kematian dari pesertanya ( nasabah ) misal Jika seorang ayah sebagai tulang punggung keluarga meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan akan kehilangan sumber pendapatan. Nah dengan mengikuti asuransi jiwa ini keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan uang pertanggungan yang dapat digunakan sebagai pengganti pendapatan yang hilang, paling tidak untuk sementara.

2. Selain untuk menutupi potensi kehilangan pendapatan Tujuan mengambil asuransi jiwa adalah untuk menutupi potensi kerugian yang disebabkan oleh kematian dari pesertanya ( nasabah )

Misal jika seseorang memiliki hutang misal tunggakan kredit yang masih berjalan atau hutang lainnya maka dia perlu memiliki asuransi jiwa,karena bila tidak jika sesuatu yang buruk menimpanya maka ia akan memberatkan orang orang yang ditinggalkannya ( untuk membayar hutang tersebut )

Dari Tujuan di atas ,Yang Menjadi Pertanyaan ialah apakah semua orang membutuhkan asuransi jiwa? Tentu saja tidak,karena tidak semua orang mempunyai kewajiban finansial,misalnya seorang yang belum menikah atau tidak punya tanggungan ( anak ) ia belum punya kewajiban finansial,jika dia meninggal maka keluarganya akan bersedih,tetapi meninggalnya dia tidak membuat beban keluarga tersebut berat secara keuangan dengan catatan dia tidak punya hutang dalam jumlah yang besar.

bayi yang baru berumur beberapa bulan,anak-anak, mereka adalah contoh lain orang orang yang tidak membutuhkan asuransi jiwa,mengasuransi jiwakan mereka adalah sesuatu yang sangat tidak perlu,karena mereka biasanya tidak mempunyai kewajiban finansial terhadap keluarganya.