Thursday, 10 February 2011

Pedoman memiliki Asuransi jiwa

Untuk apa punya Asuransi Jiwa?

Asuransi Jiwa dibeli bukan untuk orang yang meninggal, tapi karena yang mereka ditinggalkan oleh orang yang meninggal itu perlu untuk tetap bertahan hidup. “Asuransi Jiwa” yang bisa juga kita artikan dengan “Asuransi Kehidupan“. Jadi dengan kata lain yang diasuransikan pada seseorang bukanlah “jiwa”nya, tetapi “kemampuannya mencari nafkah” untuk memastikan berlanjutnya kehidupan bagi mereka yang ditinggalkan. Asuransi Kehidupan berfungsi untuk mengalihkan resiko-2 dalam kehidupan manusia kepada pihak lain, yang dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.

Resiko Manusia dalam kehidupan Pada dasarnya adalah :
1. Resiko Meninggal Terlalu Cepat (Mati Muda)
2. Resiko Meninggal Terlalu Lama (Tidak Mati-mati)
3. Resiko Cacat/Tanggungan (Mati Segan Hidup Pun Tak Mau)

Ketiga resiko di atas tidak berkaitan dengan kejadian meninggalnya, tetapi dengan kerugian finansial yang timbul dari kejadian meninggal tersebut. Bila meninggal terlalu cepat, bagaimana dengan kehidupan keluarga yang ditinggalkan? Karena begitu seseorang meninggal, pendapatannya juga berhenti. Meninggal terlalu lama, bisa merepotkan banyak orang dalam hal pengeluaran, terutama orang-2 yang menyayangi kita. Cacat/Sakit Kritis juga bermasalah. Bagaimana cara kita menutupi pengeluaran yang terus ada sedangkan kondisi tidak memungkinkan untuk bekerja?

Berbagai Produk Asuransi Jiwa diciptakan untuk mengalihkan ketiga resiko kehidupan yang berakibat kerugian finansial tersebut dari kita kepada pihak lain, yang dalam hal ini perusahaan asuransi.

Kenapa Harus SEKARANG?

Pernahkah anda naik sepeda atau setidaknya melihat orang naik sepeda menaiki tanjakan? Apabila kita menggenjot sepeda menaiki tanjakan, semakin curam tanjakannya, semakin keras usaha kita untuk menggenjot. Sebaliknya, semakin landai tanjakannya, semakin mudah kita menggenjot sepeda itu.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah “Kenapa Harus Menunda?” Ya, kenapa harus menunda melindungi pendapatan / income kita? Kita sudah tahu setidaknya ada 3 resiko kerugian finansial yang mengintai kehidupan kita dan keluarga kita. Dan kita juga mengetahui bahwa sudah ada solusi yang dapat menghindarkan kita dari ketiga resiko tersebut. Jadi “Apa yang anda tunggu?” Apakah anda ingin menunggu resiko tersebut terjadi dalam kehidupan anda? Menurut anda, adakah perusahaan asuransi yang akan menerima pengajuan asuransi di saat seseorang sudah meninggal / sakit kritis?

Keputusan ada di tangan anda, jangan menunggu orang lain untuk memutuskannya untuk anda. Andalah yang memegang kendali atas kehidupan anda. Dan sejujurnya, tanpa solusi untuk resiko finansial kehidupan, anda tidak sepenuhnya memegang kendali itu. untuk mengetahui lebih lanjut solusi yang bisa anda dapatkan dari Sequislife untuk mengalihkan 3 resiko kerugian finansial dalam kehidupan anda dan keluarga bisa ditemukan disini.

No comments:

Post a Comment